Artem – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

Artem termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter

Komposisi

Artem mengandung artemether sebagai zat aktifnya, artemether merupakan derivat artemisin yang biasa digunakan untk pengobatan malaria.

Indikasi

Artem diindikasikan untuk pengobatan malaria akut tanpa komplikasi. Komplikasi yang dimaksud antara lain dehidrasi, anemia, gagal hati, gagal ginjal, edema paru, hipoglikemia (kadar glukosa darah di bawah normal) dan jaundice (penyakit kuning).

Mekanisme Kerja Obat

Malaria diakibatkan oleh infeksi parasit Plasmodium, beberapa spesies yang sering menginfeksi manusia di antaranya Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, dan Plasmodium knowlesi, namun infeksi malaria di Indonesia umumnya disebabkan oleh Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Artemether bekerja membasmi parasit ini dengan cara menghambat sintesis DNA dan proteinnya sehingga parasit ini tidak bisa berkembang biak dan melakukan metabolisme selnya dengan normal, kemudian lama kelamaan akan mati.

Dosis dan Cara Pemberian

  • Dosis yang dianjurkan adalah 3,2 mg/kgBB pada hari pertama, dilanjutkan dengan 1,6 mg/kgBB pada hari-hari berikutnya selama 7 hari
  • Artem sebaiknya dikonsumsi setelah makan karena absorpsi artemether di saluran pencernaan akan meningkat dengan adanya makanan

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Artem:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap artemether
  • Ibu hamil

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Artemether termasuk ke dalam kategori X, yaitu obat yang tidak boleh digunakan oleh ibu hamil karena dapat menimbulkan efek negatif yang fatal bagi janin
  • Belum diketahui apakah artemether didistribusikan oleh tubuh ke dalam ASI, namun sebaiknya ibu menyusui menghindari penggunaan obat ini


Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin timbul setelah penggunaan Artem:

  1. Bradikardia (detak jantung melambat)
  2. Gangguan irama jantung
  3. Hipotensi / darah rendah
  4. Kejang
  5. Merasa pusing
  6. Demam
  7. Sakit perut
  8. Mual dan muntah
  9. Berkeringat

Tidak semua pasien yang menggunakan Artem akan mengalami efek samping di atas. Namun, jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah mengkonsumsi Artem, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker agar efek samping tersebut bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat dan makanan yang dapat menimbulkan interaksi obat jika digunakan bersamaan dengan Artem:

  1. Obat-obat berikut dapat mengalami peningkatan efek jika digunakan bersamaan dengan artemether karena arthemeter menghambat metabolismenya sehingga obat lebih lama berada di dalam tubuh: parasetamol, astemizole, bisoprolol, bupivacaine, kaptopril, klorpromazin, silostazol, cisapride, deksklorfeniramin maleat, dekstrometorfan, domperidone, doksorubisin, etorikoksib, granisetron, lidokain, loratadin, loperamide, losartan, morfin, nifedipin, ondansetron, propranolol
  2. Obat-obat berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan irama jantung jika digunakan bersamaan dengan artemether: amantadine, amitriptilin, amodiaquine, amoxapine, artesunate, artemisinin, azitromisin, atovaquone, kloroquin, siprofloksasin, desipramin, difenhidramin, doksepin, doksisiklin, famotidin, imipramin, ipratropium, levofloksasin, mefloquin, metronidazole, quinin
  3. Obat-obat berikut dapat menurunkan metabolisme artemether jika digunakan secara bersamaan: amiodarone, celecoxib, kloramfenikol, klordiazepoksid, simetidin, klaritromisin, clopidogrel, klotrimazole, klozapin, dihidroergotamin, diltiazem, duloksetin, eritromisin, esomeprazole, flukonazole, fluorourasil, fluoksetin, fluvoksamin, gemfibrozil, irbesartan, isoniazid, itrakonazole, ketokonazole, omeprazole
  4. Obat-obat berikut dapat mengalami penurunan efek jika digunakan bersamaan dengan artemether: amfoterisin B, kodein, estrogen terkonjugasi, estradiol, etinil estradiol
  5. Obat-obat berikut dapat menurunkan efek artemether jika digunakan secara bersamaan: karbamazepin, efavirenz, rifampisin
  6. Buah anggur dapat menurunkan metabolisme artemether oleh tubuh sehingga toksisitasnya dapat meningkat

Ingatlah untuk selalu mengkonsultasikan mengenai obat apapun (herbal maupun sintetis) yang sedang atau akan Anda gunakan untuk memastikan bahwa penggunaan obat tersebut bersamaan dengan Artem tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi Anda. jika ternyata obat tersebut tidak bisa digunakan bersamaan dengan Artem, dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan pemberian jeda waktu antara konsumsi Artem dengan konsumsi obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan menggunakan Artem tanpa resep dari dokter
  2. Jangan mengubah dosis Artem yang sudah diresepkan oleh dokter
  3. Jangan menghentikan pengobatan menggunakan Artem tanpa anjuran dari dokter
  4. Selalu beritahukan kepada dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu

  5. Malaria adalah penyakit endemik, yaitu penyakit khas yang hanya ada di daerah tertentu, daerah endemis tinggi malaria di Indonesia antara lain Papua, Maluku, NTT. Bagi Anda yang ingin mengunjungi daerah endemis malaria, usahakan untuk mengkonsumsi obat antimalaria sebagai pencegahan karena pendatang lebih rentan terkena malaria dibandingkan penduduk setempat daerah tersebut. Konsultasikanlah dengan dokter mengenai obat antimalaria yang sebaiknya Anda konsumsi
  6. Tindakan pencegahan lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan lotion antiserangga, memasang kelambu di sekeliling tempat tidur, menggunakan selimut saat tidur, serta memasang obat nyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk di malam hari. Selain itu, Anda juga bisa menaburkan serbuk abate di tempat penyimpanan air dan menguras bak mandi secara berkala untuk mencegah pertumbuhan jentik-jentik nyamuk
  7. Artem hanya diindikasikan untuk pengobatan malaria, bukan untuk tindakan pencegahan malaria
  8. Artem tidak diindikasikan untuk pengobatan malaria parah yang disertai dengan komplikasi
  9. Jangan menggunakan obat antimalaria derivat artemisin lain bersamaan dengan Artem karena dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping, terutama efek samping terhadap jantung
  10. Hindari penggunaan Artem pada pasien yang memiliki riwayat bradikardia atau gangguan jantung lainnya kecuali tidak ada obat lain selain Artem yang bisa digunakan oleh pasien
  11. Artem dapat menurunkan efek kontrasepsi oral, oleh karena itu konsultasikanlah kepada dokter Anda apakah diperlukan kontrasepsi tambahan untuk mencegah terjadinya kehamilan
  12. Simpanlah Artem di tempat yang kering dan terlindung dari cahaya matahari langsung, jauhkan dari jangkauan anak-anak

The post Artem – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping appeared first on HaloSehat.