Dua Profesor Kembangkan Antarmuka Big Data Dengan Suara

Data Sonification Header[Sumber: Pixabay]

Teknojurnal – Ada banyak cara yang dilakukan oleh para peneliti untuk memahami data dengan lebih baik. Yang cukup menarik, adalah sebuah platform baru yang dikembangkan oleh dua profesor di Virginia Tech.

Kolaborasi kedua profesor tersebut, dimana yang satu berasal dari bidang musik dan satunya berasal dari bidang teknik, menghasilkan sebuah pendekatan dengan rintisan baru dalam mempelajari distribusi data-data spasial menggunakan lingkungan aural yang memanfaatkan kemampuan alami ruang dan lokasi seseorang di dalam bidang suara.

Kedua profesor ini adalah Ivica Ico Bukvic selaku professor komposisi dan multimedia di College of Liberal Arts and Human Sciences, serta Greg Earle selaku professor teknik elektro dan komputer di College of Engineering.

Dengan menggunakan infrastruktur unik yang disediakan oleh Institute for Creativity, Arts, and Technology, kedua prosesor tersebut menyelidiki bagaimana suara dapat digunakan membangun visualisasi yang lebih baik tentang sebuah sistem yang kompleks.

Penelitian ini pertama kali dilakukan dalam sebuah proyek yang dipimpin oleh seorang anggota fakultas dari School of Performing Arts berkolaborasi dengan College of Engineering. Proyek ini dilakukan di bawah pendanaan dari National Science Foundation.

Dalam proyek tersebut, kedua profesor berhasil mengembangkan sebuah karya dengan menggabungkan banyak unsur, termasuk di antaranya adalah musik, ilmu geospasial, ilmu komputer, dan interaksi manusia-komputer.

Bukvic, yang dikutip ulang di halaman TheNexWeb, menyebut penelitian tersebut merupakan penelitian dalam bidang Data Sonification, yaitu penelitian yang melibatkan informasi yang sebenarnya bukan untuk pendengaran menjadi data suara. Bukvic juga menyebutkan bahwa penelitian tersebut merupakan penelitian yang relatif belum banyak dilakukan oleh para peneliti, tapi dapat memberikan perspektif unik untuk mengeksplorasi suatu data.

Sistem pendengaran manusia sebenarnya memiliki kemampuan superior dalam mengenali berbagai macam perubahan dan pola temporal dari suara. Hal ini dapat membantu  sonification menjadi alat yang ampuh untuk digunakan dalam mempelajari sistem yang kompleks.

Penelitian yang memiliki judul Spatial Audio Data Immersive Experience (SADIE) tersebut merupakan proyek berskala besar pertama yang fokus pada data spasial yang terionisasi dengan memanfaatkan rangkaian loudspeaker dengan kepadatan tinggi. Secara khusus, penelitian ini dilakukan pada sistem atmosfer bumi, yang memiliki variabel fisik yang kaya baik secara spasial maupun temporal.

Dalam sistem tersebut, setiap kumpulan data yang terkait akan divisualisasikan dengan suara yang berbeda-beda, berdasarkan perubahan amplitudo, nada, dan juga volume. Suara tersebut akan diputar melalui 129 loudspeaker dalam sebuah tempat yang disebut Cube, yang terletak di Moss Arts Centre.

Dengan memanfaatkan sistem pengambilan data dari Cube tersebut, seseorang dapat mengendalikan data dengan menggunakan antarmuka berbasis isyarat. Seseorang tersebut dapat melakukan berbagai macam hal, seperti rewind, fast-forward, rotate, zoom, amplify, speed up, dan slow down untuk mengelola data yang dimainkan.

Bukvic juga menegaskan bahwa penelitian tersebut dapat digunakan pada banyak bidang penelitian. Beberapa bidang tersebut diantaranya adalah termodinamika, mekanika kuantum, dan lain sebagainya. Penelitian ini juga dapat digunakan dalam membantu pengembangan lebih lanjut pada sistem virtual reality dan visualisasi. Selain itu, penelitian ini dapat digunakan menciptakan jembatan interdisipliner antara komunitas ilmiah, termasuk diantaranya musik, komputasi, dan ilmu fisika.

[Sumber: TheNexWeb]

The post Dua Profesor Kembangkan Antarmuka Big Data Dengan Suara appeared first on TeknoJurnal.

Langkah Membuat Soal Pilihan Ganda dan Esai dengan Authorware 7

Aplikasi tersebut bisa dibuka di windows atau linux. Jika ingin menjalankan aplikasi ini dengan menggunakan linux, maka terlebih dahulu melakukan instalasi terhadap wine. Salah satu script yang dipakai pada tutorial ini adalah dengan movable :=false, memiliki fungsi supaya tidak ada penambahan soal pada status soal (Mair, 2017), ketika pengguna mengerjakan soal berikutnya prototipe dan alur […]

(Visited 280 times, 4 visits today)

ASUS Rilis Dua Model VivoBook Untuk Sasar Kelas Mainstream Tahun 2018

ASUS VivoBook Flip 14 TP410 dan ASUS VivoBook S14 S410 Header

Teknojurnal – Menguatkan posisinya di pasar laptop Indonesia, ASUS mengenalkan beberapa laptop baru awal tahun 2018 ini.

Dimulai dari menyasar para penggemar game melalui ROG Design to Conquer dengan tiga laptop barunya, ASUS juga menyegarkan lini consumer dengan laptop seri VivoBook. Seri ASUS VivoBook memang digadang-gadang bakal menjadi motor penggerak utama di segmen mainstream tersebut.

Terdapat dua model laptop yang dikenalkan ASUS untuk menyasar konsumen awal tahun 2018 ini, yaitu ASUS VivoBook Flip 14 TP410 dan ASUS VivoBook S14 S410.

ASUS VivoBook Flip 14 TP410

ASUS VivoBook Flip 14 TP410

Menyasar segmen pengguna dengan mobilitas yang cukup tinggi, laptop ASUS VivoBook Flip 14 TP410 hadir dengan mengusung desain laptop hibrida, yang bisa diubah menjadi model tablet dan laptop biasa.

ASUS VivoBook Flip 14 TP410 merupakan laptop berukuran 14 inci convertible pertama yang mengusung layar NanoEdge, yaitu layar dengan bezel yang sangat tipis. Hal tersebut membuat laptop yang memiliki layar 14 inci FHD ini berukuran seperti ukuran kebanyakan laptop 13 inci.

Laptop buatan ASUS ini memiliki ukuran ketebalan yang cukup tipis dan ringan, yang ketebalannya tidak mencapai 2 cm dan bobotnya hanya 1,6 kg. Hal ini tentunya akan mempermudah pengguna untuk membawa dan menggunakannya.

Hadir dalam empat varian, ASUS mengenalkan ASUS VivoBook Flip 14 TP410 dengan konfigurasi tertinggi prosesor Intel® Core™ i7-7500U yang dapat dipacu hingga 3,5 GHz dan RAM berkapasitas 8 GB.

Selain itu, ASUS juga membekalinya dengan kapasitas memori penyimpanan berkapasitas hingga 1 TB HDD. ASUS juga melengkapi perangkat ini dengan konfigurasi tertinggi menggunakan Nvidia GT 930MX.

Untuk harganya, perangkat hibrida ini memiliki banderol harga dari mulai Rp 7.399.000 hingga Rp 14.299.000. Harga jual tersebut sudah termasuk Sistem Operasi Microsoft Windows dan garansi global selama dua tahun.

ASUS VivoBook S14 S410

ASUS VivoBook S14 S410

Menyasar kelas yang sama, ASUS VivoBook S14 S410 hadir dengan model yang cukup berbeda, tanpa kemampuan hibrida seperti ASUS VivoBook Flip 14. Meskipun demikian, model ini tetap dirancang dengan ukuran yang tipis dan berat yang cukup ringan, untuk memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi.

Laptop ini didesain untuk memberikan performa tinggi untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Sehingga, untuk menopang performa, ASUS VivoBook S14 S410 hadir dengan mengandalkan prosesor Intel Core generasi ke-8 atau KabyLake R, yaitu Core i5-8250U.

Prosesor seri terbaru ini diklaim menawarkan performa hingga 40 persen lebih baik dibandingkan dengan generasi sebelumnya, khususnya bagi pengguna yang hanya membutuhkan laptop untuk bekerja menggunakan aplikasi Office.

Mengimbangi hal tersebut, laptop ASUS ini juga telah dilengkapi dengan RAM sebesar 8 GB dan dukungan pengolah grafis Nvidia GeForce MX150. Selain itu, perangkat ini sudah ditunjang dengan media penyimpanan internal bertipe SSD sebesar 128 GB lengkap dengan 1 TB HDD.

Laptop ASUS VivoBook S14 S410 dijual di Indonesia  dengan banderol harga sebesar Rp 11.299.000, lengkap dengan dukungan Microsoft Windows dan garansi global selama dua tahun.

Spesifikasi Utama VivoBook Flip 14 TP410 / VivoBook S410

CPU
  • Intel® Core™ i3-7100U Processor (3M Cache, up to 2.40 GHz) – TP410UA
  • Intel® Core™ i5-7200U Processor (3M Cache, up to 3.10 GHz) – TP410UA/UR
  • Intel® Core™ i5-8250U Processor (3M Cache, up to 3.10 GHz) – S410UN
  • Intel® Core™ i7-7500U Processor (4M Cache, up to 3.50 GHz) – TP410UR
Sistem Operasi Windows 10 Home
RAM
  • 4GB DDR4 SDRAM 1600MHz – TP410UA
  • 8GB DDR4 SDRAM 1600MHz – TP410UA/UR/S410UN
Penyimpanan Internal
  • 500GB HDD – TP410UA
  • 1TB HDD – TP410UA/UR
  • 1TB HDD + 128GB SSD – S410UN
Layar 14 inchi (16:9) LED backlit FHD (1920 x 1080) Glare (Touchscreen dengan 72% NTSC – TP410UA/UR)
GPU
  • Intel HD Graphics 620 – TP410UA
  • Nvidia GT 930MX 2GB VRAM – TP410UR
  • Nvidia MX150 4GB – S410UN
Input/Output
  • 1x Microphone-in/Headphone- out jack
  • 2x USB 3.0 ports
  • 1x USB-C Gen 1 (sampai dengan 5 Gbps)
  • 1x HDMI
  • 1x SD card reader, Volume up/down
Harga
  • Rp 7.399.000 – TP410UA
  • Rp 9.799.000 – TP410UA
  • Rp 10.699.000 – TP410UR
  • Rp 11.299.000 – S410UN
  • Rp 14.299.000 – TP410UR
Garansi 2 tahun garansi global senilai Rp1.250.000

The post ASUS Rilis Dua Model VivoBook Untuk Sasar Kelas Mainstream Tahun 2018 appeared first on TeknoJurnal.

Belajar Python: Apa itu Tuple dalam Python?

Tuple dalam Python adalah stuktur data yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan data. Tupe bersifat immutable, artinya isi tuple tidak bisa kita ubah dan hapus. Namun, dapat kita isi dengan berbagai macam nilai dan objek.
Pada artikel ini, kita akan membahas:
Cara Membuat Tuple Cara Mengakses Nilai Tuple Slicing Nilai Tuple Cara Mengambil Panajgn tuple Nested Tuple Unpacking Sequence (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); Cara Membuat Tuple di Python Tuple biasanya dibuat dengan tanda kurung seperti ini:

Acer Indonesia Kenalkan Acer Swift 3 Dengan AMD Ryzen Mobile Pertama di Indonesia

Perilisan Acer Swift 3 Header

Gadgetren – Indonesia akhirnya kedatangan perangkat dengan AMD Ryzen Mobile untuk pertama kalinya melalui flagship terbaru dari Acer Indonesia.

Bersamaan dengan bulan kasih sayang ini, perusahaan komputer yang telah menjadi salah satu pemain utama industri PC Indonesia ini akhirnya merilis Acer Swift 3 (SF315-41) dengan dukungan prosesor AMD Ryzen Mobile Series.

AMD Ryzen Mobile Series sebenarnya sudah cukup lama diboyong di Indonesia dengan dua varian modelnya, yaitu AMD Ryzen 5 2500U dan AMD Ryzen 7 2700U. Memiliki kode nama Raven Ridge, prosesor terbaru buatan AMD ini digadang-gadang bisa memberikan performa epik pada perangkat ultrabook yang memiliki desain sangat tipis.

Hadir sebagai laptop pertama dengan AMD Ryzen Mobile di Indonesia, Acer Swift 3 datang menggunakan kedua model prosesor AMD Ryzen Mobile Series sekaligus dengan dilengkapi Extended Frequency Range (mXFR). Dengan kedua jenis prosesor ini, seri Acer Swift 3 diharapkan dapat memberikan kinerja yang maksimal meskipun memiliki desain yang ultra tipis.

Perilisan Acer Swift 3 - Tampak Samping

AMD Ryzen 7 2700U dikenalkan sebagai prosesor ultrabook tercepat untuk saat ini. Prosesor ini bahkan mampu memberikan kinerja CPU 200 persen lebih baik dan kinerja GPU 128 persen lebih baik, jika dibandingkan dengan teknologi buatan AMD sebelumnya. Performa tinggi ini akan memberikan peningkatan yang sangat signifikan dalam mengoptimalkan pengolahan komputasi dan grafis pada perangkat Acer Swift 3.

Tak kalah elok, performa AMD Ryzen 5 2500U pun tidak dapat dikesampingkan. Sama dengan prosesor seri 7, prosesor AMD Ryzen 5 ini memiliki 4 core dan 8 Threads.

Perilisan Acer Swift 3 - Ryzen 5

Yang membuatnya berbeda, prosesor AMD Ryzen 5 2500U hanya memiliki clock speed 2,0 GHz dengan Turbo hingga 3,6 GHz serta dukungan kartu grafis AMD Vega 8 dengan kecepatan 1100 MHz.

Sedangkan untuk prosesor AMD Ryzen Mobile seri 7, AMD membekalinya dengan kecepatan 2,2 GHz yang dapat ditingkatkan dengan Turbo hingga 3,8 GHz. Dan untuk kartu grafisnya, prosesor ini telah didukung dengan AMD Vega 10 yang telah memiliki kecepatan 1300 MHz.

Melihat performa dari kedua prosesor ini, Acer yang mengusung konsep ultrathin di Acer Swift 3 tetap akan menyuguhkan performa tangguh untuk bermain game sekalipun, khususnya untuk game beresolusi 1080 piksel, seperti Overwatch, League of Legends, dan DOTA 2.

Perilisan Acer Swift 3 - Full body

Acer Swift 3 merupakan salah satu produk andalan Acer dalam menyasar pengguna dengan mobilitas yang cukup tinggi. Sebagai ultrabook, perangkat ini memiliki desain yang cukup tipis dan ringan, tanpa meninggalkan kesan stylish.

Membawa AMD Ryzen Mobile yang memiliki performa yang sangat cepat dengan konsumsi daya kecil, Acer Swift 3 dapat digunakan hingga 10 jam. Sehingga, cukup pas meskipun harus digunakan saat bepergian tanpa terhubung charger cukup lama.

Membawa kesan tipis dengan performa luar biasa, Acer Swift 3 juga dilengkapi dengan USB 3.1 Type-C yang dapat digunakan untuk melakukan pengisian daya, proses transfer data cepat, dan menampilkan layar ke layar lain.

Untuk merayakan kedatangannya ke Indonesia, Acer Indonesia juga memberikan sebuah promo spesial untuk pembelian perangkat Acer Swift 3. Bagi pelanggan yang membeli perangkat Acer Swift 3 dengan dukungan prosesor AMD Ryzen 5 2500U, Acer juga akan memberikan SSD berkapasitas 128 GB secara cuma-cuma. Dan bagi pelanggan yang membeli perangkat dengan prosesor AMD Ryzen Mobile 7 2700U, Acer akan memberikan JBL Flip 3 seharga Rp 1.649.000.

Menariknya, perangkat Acer Swift 3 ini dijual dengan harga yang relatif terjangkau, yaitu Rp 9.599.000 untuk varian dengan prosesor AMD Ryzen 5 2500U dan Rp 12.499.000 untuk varian dengan prosesor AMD Ryzen 7 2700U.

Acer Swift 3 (SF315-41)

Model Spesifikasi Harga Bonus
Acer Swift 3 AMD Ryzen 5 (R2500U) AMD Ryzen 5 2500U| AMD Radeon Vega 8|15,6 inci FHD IPS|8 GB RAM|1 TB HDD|No ODD|Fingerprint|Linux Rp 9.599.000 128 SSD
Acer Swift 3 AMD Ryzen 7 (R2700U) AMD Ryzen 7 2570U| AMD Radeon Vega 10|15,6 inci FHD IPS|8 GB RAM|1 TB HDD + 128 GB SSD|No ODD|Fingerprint|Backlight Keyboard|Linux Rp 12.499.000 JBL Flip 3

 

* Artikel ini dirilis pertama kali di gadgetren.com, Gadgetren adalah situs divisi TeknoJurnal khusus untuk gadget

The post Acer Indonesia Kenalkan Acer Swift 3 Dengan AMD Ryzen Mobile Pertama di Indonesia appeared first on TeknoJurnal.

Tools Pengembangan Baru dalam GitHub Release Radar Januari 2018

Tools Pengembangan Baru dalam GitHub Release Radar Januari 2018[Sumber: Pexels]

Teknojurnal – Semakin ke sini, semakin banyak tools baru yang dapat digunakan untuk mempercepat dan mempermudah proses pengembangan yang dilakukan oleh para developer.

Dari awal tahun 2018 ini saja, telah tersedia banyak tools baru yang sangat menyenangkan untuk digunakan. GitHub telah merangkumnya dalam Release Radar pertamanya untuk Tahun 2018.

Dalam Release Radar tersebut, GitHub menjelaskan berbagai macam tools, dari mulai perlengkapan untuk memperketat keamanan hingga kode sumber gambar yang lebih menawan.

Beberapa tools untuk para pengembang yang telah didistribusikan sejak Januari 2018 ini, diantaranya adalah Osquery 3.0, Godot 3.0, Carbon 2.0, Detectron, Face Alignment 1.0, dan Spaceship 3.0. Menariknya, beberapa tools ini tersedia dalam dukungan open source bagi para developer.

Salah satu tools yang dibuka dengan kode sumber terbuka adalah Osquery 3.0. Tools ini merupakan perlengkapan yang cukup komplit untuk membuat query pada berbagai macam infrastruktur, seperti database.

Tools ini juga dapat mempermudah para pengembang dalam memantau analisis sistem operasi level rendah, mendeteksi pergeseran atau intrusi, dan masih banyak lagi.

Godot 3.0 juga menjadi salah satu tools yang dapat digunakan secara gratis oleh para pengembang dalam membangun sebuah game. Godot merupakan game engine yang dirilis secara terbuka dengan set alat lengkap untuk pengembangan permainan 2D maupun 3D.

Dengan menggunakan tools ini, para pengembang dapat lebih fokus membangun game. Hal ini dikarenakan Godot memiliki sistem scene yang fleksibel, editor visual bertenaga, pipeline pembuatan konten yang ramah, dan juga dukungan komunitas yang menakjubkan.

Belum lama ini, Facebook juga merilis sebuah tools pengembangan secara terbuka. Tools tersebut adalah Detectron.

Detectron merupakan sebuah sistem yang digunakan dalam penelitian pendeteksian obyek mutakhir yang ditulis dengan bahasa pemrograman Python menggunakan Caffe 2. Tools ini merupakan perlengkapan penelitian yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi praktis.

Tools yang cukup berguna lainnya adalah Face Alignment 1.0. Tools ini merupakan perlengkapan pendeteksian wajah yang dapat digunakan untuk membaca landmark wajah, baik itu dalam 2D maupun 3D.

Seperti Detectron, peralatan Face Recognition ini juga dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Python melalui PyTorch.

Tools terakhir yang diulas GitHub dalam Release Radar miliknya adalah Spaceship 3.0, yaitu sebuah Zsh Prompt yang dapat mempermudah proses scripting dengan tampilan minimalisnya.

Tools ini merupakan Zsh Prompt yang sangat mudah untuk dikostumisasi dengan menambahkan berbagai macam hal yang dibutuhkan oleh pengembang agar lebih produktif.

Efektivitas dan efisiensi waktu menjadi satu hal yang sangat diperhatikan oleh developer masa kini. Beberapa tools yang disebutkan pada Release Radar GitHub di atas hanya beberapa perlengkapan yang dapat digunakan untuk menggapai hal tersebut.

The post Tools Pengembangan Baru dalam GitHub Release Radar Januari 2018 appeared first on TeknoJurnal.

Xiaomi Rilis Redmi 5 dan Redmi 5 Plus di Indonesia dengan Layar Penuh 18:9

Xiaomi Redmi 5 Header Indonesia

Hari ini Xiaomi secara resmi meluncurkan dua smartphone terbarunya yang bernama Redmi 5 dan Redmi 5 Plus di Jakarta, Indonesia. Menariknya, kedua smartphone ini sangat dinantikan banyak orang di Indonesia karena memiliki keunggulan pada layar penuh dan spesifiikasi hardware, namun dibanderol dengan harga yang bisa dibilang sangat terjangkau.

Nilai tambah kedua smartphone ini terdapat pada layarnya yang penuh dengan aspek rasio 18:9, berteknologi IPS, dan dilindungi kaca anti gores Corning Gorilla Glass. Perbedaan layarnya sendiri terdapat pada lebar dan resolusinya, dimana Redmi 5 mempunyai layar 5,7 inci dengan resolusi HD+ (1440 x 720 piksel).

Sementara Xiaomi Redmi 5 Plus memiliki layar 5,99 inci dengan resolusi Full HD+ (2.160 x 1.080 piksel). Dari sektor kamera, keduanya sama-sama dibekali dengan kamera utama beresolusi 12 MP ditambah aperture f/2.2, Phase Detection Autofocus, dan LED Flash.

Xiaomi Redmi 5 di depan

Sedangkan kamera depannya memiliki resolusi 5 MP yang dapa menghasilkan foto selfie atau wefie dengan lumayan baik. Sensor fingerprint juga telah hadir pada bagian belakang Xiaomi Redmi 5 dan Redmi 5 Plus.

Dari sektor hardware, Xiaomi Redmi 5 telah dibekali dengan chipset Qualcomm Snapdragon 450 Octa-core berkecepatan 1,8 GHz, RAM dengan pilihan 2 GB atau 3 GB, dan storage internal dengan pilihan 16 GB atau 32 GB yang dapat ditambahkan microSD.

Sementara Xiaomi Redmi 5 Plus telah dilengkapi dengan chipset Qualcomm Snapdragon 625 Octa-core berkecepatan 2 GHz, RAM dengan pilihan 3 GB atau 4 GB, dan storage internal dengan pilihan 32 GB atau 64 GB.

Untuk baterai Redmi 5 memiliki kapasitas 3.300 mAh dan Redmi 5 Plus mempunyai kapasitas 4.000 mAh. Sensor inframerah juga telah disematkan pada kedua smartphone ini yang memungkinkan penggunanya dapat menjadikannya sebuah remote control untuk perangkat elektronik lain, seperti AC, Televisi, Kipas, dan masih banyak lagi.

Xiaomi Redmi 5 dan 5 Plus Leak Sleep

Tak ketinggalan, dukungan dua kartu SIM dengan jaringan 4G-LTE, WiFi, Bluetooth, dan MIUI 9 berbasiskan sistem operasi Android Nougat telah hadir di dalamnya. Kedua smartphone ini mulai tersedia pada tanggal 22 Februari 2018 di Indonesia.

Sementara itu, harga yang dibanderol pada Xiaomi Redmi 5 mencapai Rp 1.699.000 untuk varian RAM 2 GB + ROM 16 GB dan Rp 1.899.000 untuk varian RAM 3 GB + ROM 32 GB. Sedangkan harga XIaomi Redmi 5 Plus mencapai Rp 2.199.000 untuk varian RAM 3 GB + ROM 32 GB dan Rp 2.699.000 untuk varian RAM 4 GB + ROM 64 GB.

* Artikel ini dirilis pertama kali di gadgetren.com, Gadgetren adalah situs divisi TeknoJurnal khusus untuk gadget

The post Xiaomi Rilis Redmi 5 dan Redmi 5 Plus di Indonesia dengan Layar Penuh 18:9 appeared first on TeknoJurnal.

Nokia 8 Resmi Hadir di Indonesia, Ponsel Snapdragon 835 Termurah Saat Ini

HMD Global kemarin merilis smartphone Nokia kelas flagship, Nokia 8. Smartphone ini menawarkan spesifikasi yang cukup tinggi terutama dengan digunakannya prosesor Snapdragon 835.

Menariknya, Nokia 8 dirilis dengan harga yang relatif murah untuk kelas flagship yaitu 6,49 juta rupiah. 200 pembeli pertama bahkan akan mendapat harga promo sebesar 5,9 juta rupiah. Harga Nokia 8 di Indonesia terhitung lebih murah dibandingkan dengan negara lain seperti di Malasyia.

Saat ini tidak banyak smartphone berprosesor Snapdragon 835 yang beredar di Indonesia. Satu-satunya smartphone lain dengan prosesor yang sama adalah LG V30 yang harganya di atas 10 juta. Melihat ini, Nokia 8 menjadi smartphone yang menarik dilirik jika ingin membeli smartphone kelas flagship terbaru.

HMD mengatakan bahwa Nokia 8 ditargetkan untuk para milenial yang mana mereka aktif membuat konten. Selain itu, walaupun merek Nokia sudah dikenal oleh mereka yang sudah lebih berumur, HMD juga ingin menjangkau generasi baru terutama yang belum pernah menggunakan ponsel merek Nokia.

Nokia 8 tetap membawa gaya khas Nokia dalam membuat smartphone yaitu tahan lama, tahan banting, dan baterai yang memadai. Desain smartphonenya pun masih lekat dengan desain ala Nokia

Tidak seperti smartphone Nokia besutan HMD sebelumnya, Nokia 8 berkolaborasi dengan ZEISS optics untuk kameranya. Kamera belakangnya pun terdiri dari 2 kamera yang mana satunya menggunakan lensa RB dan lainnya menggunakan lensa monokrom.

Satu fitur fotografi yang menonjol dari Nokia 8 adalah fitur video Dual-Sight. Fitur ini singkatnya adalah fitur yang membuat penggunanya dapat melakukan live streaming dengan mengambil gambar dari kamera depan dan kamera belakang secara bersamaan.

Untuk materi casing smartphonenya, digunakan bahan aluminium yang diproses dari sebuah blok aluminium seri 6000. Penggunaan material aluminium semakin menonjolkan kesan mewah dari Nokia 8 sebagai smartphone kelas flagship.

Varian warna smartphone Nokia 8 yang akan dijual di Indonesia adalah warna Polished Blue dan Steel. Smartphone ini akan mulai dijual pada tanggal 15 Februari 2018 di toko online Lazada. Sedangkan untuk penjualan secara offline akan dimulai pada tanggal 1 Maret 2018.

* artikel ini pertama kali dirilis di Gadgetren

The post Nokia 8 Resmi Hadir di Indonesia, Ponsel Snapdragon 835 Termurah Saat Ini appeared first on TeknoJurnal.

[Review] Text Editor Atom di Linux, Apa saja yang Baru?

Saya memang sudah lama tidak menggunakan Atom lagi sejak beralih ke VS Code.
Hari ini, Atom baru saja merilis versi terbarunya (1.24.0).
Ini waktu yang tepat untuk melakukan review.
Oya, saya akan melakukan review di mesin Core i3 dengan Ram 6GB dan sistem operasi Linux Mint 18.2 64-bit. (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); Instalasi Atom di Linux Kita bisa menginstall Atom dengan mendownlowd file .

Microsoft Merilis Intune API Secara Global

API Intune di Microsoft Graph Header[Sumber: Pixabay]

Teknojurnal – Microsoft telah mengumumkan ketersediaan API Intune secara umum untuk para developer yang mengembangkan aplikasi menggunakan layanan Microsoft Azure.

API Intune telah lama dikenalkan oleh Microsoft melalui versi pratinjau yang dapat diakses melalui Microsoft Graph. Antarmuka pemrograman aplikasi ini merupakan antarmuka yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan dan membuat beban kerja berjalan secara otomatis, meningkatkan efisiensi pengelolaan perangkat, serta mengakses data EMS (Enterprise Mobility + Security) dan Office 365 (melalui Microsoft Graph) secara terprogram.

Secara khusus, Microsoft Graph merupakan salah satu layanan dari Microsoft yang memungkinkan developer ataupun pakar IT untuk mengakses semua layanan pemrograman dalam satu tempat. Ada banyak layanan API yang dapat diakses melalui layanan ini, termasuk di dalamnya adalah Microsoft Office 365, Azure Active Directory (AD), Identity, dan banyak lagi API terprogram lainnya.

Menurut Microsoft dalam blog-nya, Microsoft Graph dapat digunakan untuk menghubungkan data yang mendorong produktivitas, seperti surat, kalender, kontak, dokumen, direktori, perangkat, dan lainnya. Hal ini berfungsi sebagai satu antarmuka dimana layanan cloud Microsoft dapat dicapai melalui set API REST.

Menjadi bagian dari Microsoft Enterprise Mobility + Security product, API Intune juga dapat diakses melalui layanan Microsoft Graph tersebut. Layanan antarmuka pemrograman ini juga dapat digunakan dalam manajemen aplikasi dan perangkat seluler.

Hal ini memungkinkan pengembang dan perusahaan untuk mengelola dan melindungi data perusahaan sambil tetap memberikan akses karyawan ke aplikasi dan layanan Microsoft.

Dengan menggunakan API Intune di Microsoft Graph, pengguna dapat mengakses informasi yang tersedia melalui Azure Portal, baik digunakan untuk pelaporan maupun operasional.

Jan Egil Ring selaku Lead Architect at Crayon dalam sebuah pernyataannya menyatakan bahwa alat tersebut merupakan aset yang tak ternilai harganya dalam toolbelt-nya untuk mengotomatisasi proses bisnis seperti pengguna dan offboarding pada penyewa pelanggan Crayon.

Jan juga menambahkan bahwa API Intune dikombinasikan dengan Azure Automation sangat membantu perusahaannya dalam menjaga persediaan tetap rapi, dan memberikan informasi terkini dan relevan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Microsoft Graph dan API Intune, pembaca dapat mengaksesnya melalui laman blog resmi dari Microsoft.

[Sumber: ProgrammableWeb]

The post Microsoft Merilis Intune API Secara Global appeared first on TeknoJurnal.